| Wednesday, 29 August 2007 | |
| KUTA: Indonesia mengharapkan Pertemuan Kelompok Kerja Usaha Kecil Menengah ke-25 APEC yang berlangsung mulai kemarin melahirkan formulasi strategi jitu bagi UKM dalam menghadapi liberalisasi perdagangan dan investasi. "Globalisasi memaksa UKM membutuhkan arahan," ungkap Menteri Negara Koperasi dan UKM Suryadharma Ali kemarin dalam pidato tertulis dalam pembukaan 25th APEC SMEWG yang dibacakan Sekretaris Menteri Guritno Kusumo.Menteri yakin Pertemuan Kelompok Kerja Usaha Kecil Menengah ke-25 (25th APEC Small Medium Enterprise Working Group/SMEWG) sangat penting, mengingat untuk pertama kalinya digabungkan dua kelompok kerja dalam satu pertemuan. Keduanya adalah SMEWG dan Trade and Promotion Working Group (TPWG), serta penyatuan Micro Enterprise Sub Working Group (MESWG/ Subkelompok Kerja Usaha Mikro). Hal ini yang memungkinkan pemerintah dan semua yang terlibat dalam kelompok kerja tersebut memperoleh platform strategi yang komprehensif bagi kerja sama ekonomi di kawasan Asia Pasifik, serta menghasilkan keluaran bagi penguatan UKM. Penggabungan forum ini (SMEWG dan TPWG), kata menteri, sangat relevan untuk merespons tantangan yang dihadapi UKM, seperti memperlebar akses ke pasar global. Terkait dengan hal itu, hampir seluruh ekonomi menghadapi tiga tantangan untuk mampu memformulasikan dukungan sekaligus kebijakan afirmatif. Di antaranya bagaimana mendorong UKM sehingga mudah masuk ke pasar global. "Kami harus memastikan bahwa mereka memiliki daya saing seiring dengan datangnya liberalisasi investasi dan perdagangan." (k2) Sumber : Bisnis Indonesia |
Rabu, 05 September 2007
APEC siapkan strategi UKM hadapi liberalisasi
APEC siapkan strategi UKM hadapi liberalisasi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar